Manajer Aston Villa, Unai Emery, dengan tegas menyatakan bahwa Aston Villa dan Chelsea adalah musuh, bukan teman. Ia bersikeras kedua klub saling ingin “menghabisi” satu sama lain meski dalam beberapa tahun terakhir kerap menjalin kesepakatan transfer. Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan bahwa derasnya arus pemain antara kedua tim menandakan hubungan yang harmonis.
Pernyataan tersebut muncul setelah Emiliano Martínez menjadi pemain terbaru yang pindah antara kedua tim, menyusul keputusan Chelsea membayar £117 juta untuk mendatangkan Morgan Rogers dari Villa pada musim panas ini. Sementara itu, Nicolas Jackson dan Alejandro Garnacho justru bergabung ke Villa dari Chelsea di bursa transfer yang sama, dengan Jackson berpotensi menjadi rekrutan termahal Villa setelah nilainya mencapai £65 juta. Menariknya, Villa justru tampil lebih konsisten dibanding Chelsea dalam beberapa musim terakhir, termasuk akan berlaga di Liga Champions untuk kedua kalinya dalam tiga musim, sementara Chelsea gagal total lolos ke kompetisi Eropa musim lalu.
Emery Tegas: Aston Villa dan Chelsea Adalah Musuh
Emery dengan tegas menepis anggapan bahwa Aston Villa memiliki hubungan baik dengan Chelsea. Menurut pelatih asal Basque itu, interaksi kedua klub hanya terjadi melalui kesepakatan transfer yang dilandasi uang dan kebutuhan pemain, bukan karena kedekatan antarklub. Ia bahkan menyebut kedua tim saling ingin menghabisi satu sama lain di atas lapangan maupun dalam persaingan antarklub.
“Hubungan baik? Hubungan itu hanya melalui kesepakatan—untuk uang, untuk pemain lain,” ujar Emery. “Mereka ingin membunuh kami. Dan kami ingin membunuh mereka… ini bukan hubungan yang baik. Kami punya pemain bagus dan kami bisa merekrut pemain dari mereka, tapi ini bukan hubungan baik, ini kesepakatan demi uang dan pemain.”
Ia kemudian menambahkan bahwa Chelsea merekrut Morgan Rogers dan Emiliano Martínez untuk ‘menghabisi’ Villa di kompetisi. Meski demikian, Emery mengaku tetap bahagia untuk kedua pemain tersebut. “Saya senang untuk Emiliano Martínez, saya senang untuk Morgan Rogers, dan tentu saja, saya tidak senang untuk Chelsea,” tandasnya.
Deretan Transfer yang Menghubungkan Kedua Klub
Jalinan transfer antara Aston Villa dan Chelsea memang sudah berlangsung cukup lama dan melibatkan banyak nama. Tahun lalu, Villa mendatangkan Axel Disasi dari Chelsea dengan status pinjaman. Pada 2024, mereka juga membayar £37,5 juta untuk mengamankan jasa Ian Maatsen secara permanen dari klub London tersebut. Berikut rangkuman kesepakatan terbaru antara kedua klub:
- Morgan Rogers (Villa ke Chelsea) – £117 juta, rekor transfer pemain Inggris
- Nicolas Jackson (Chelsea ke Villa) – hingga £65 juta
- Alejandro Garnacho (Chelsea ke Villa) – pinjaman dengan kewajiban membeli bersyarat
- Emiliano Martínez (Villa ke Chelsea) – £7,5 juta
- Axel Disasi (Chelsea ke Villa) – pinjaman pada musim lalu
- Ian Maatsen (Chelsea ke Villa) – £37,5 juta pada 2024
- Carney Chukwuemeka (Villa ke Chelsea) – 2022
- Omari Kellyman (Villa ke Chelsea) – 2024
Rogers sendiri menjadi rekor transfer termahal pemain Inggris setelah Chelsea menebusnya dengan £117 juta pada musim panas ini. Adapun kesepakatan Martínez senilai £7,5 juta terjadi setelah kiper Argentina itu, untuk musim kedua berturut-turut, menyatakan keinginannya meninggalkan Villa Park. Tak hanya pemain, pelatih spesialis situasi bola mati Austin MacPhee—salah satu dari tiga staf inti Emery yang hengkang musim panas ini—juga pindah dari Villa ke Chelsea.
Dampak bagi Villa: Bangun Ulang Skuad di Tengah Badai Transfer
Kepergian sejumlah pemain kunci membuat Villa harus bekerja keras membangun kembali tim. Emery mengakui persiapan musim ini terganggu oleh derasnya tawaran yang datang untuk pemain-pemain utamanya. Selain Martínez, Ollie Watkins juga hengkang ke Al-Hilal pada bursa transfer yang sama.
Dengan kepergian Martínez dan Watkins, enam dari sebelas pemain starter Villa saat meraih trofi Europa League pada Mei lalu telah meninggalkan klub pada musim panas ini. Kondisi ini jelas mempersulit Emery dalam meracik tim yang kompetitif di awal musim. Meski demikian, pelatih asal Basque itu tetap optimistis dengan proses yang sedang berjalan.
Villa sendiri akan menjamu Arsenal pada Senin nanti dengan harapan bangkit dari kekalahan telak 4-0 atas Brighton. Emery menegaskan timnya harus tampil kompetitif meski masih dalam proses adaptasi. “Saya tahu kami harus membangun ulang tim, kami butuh waktu, tapi kami harus bersaing pada Senin nanti. Minggu lalu di Brighton kami tidak bersaing,” ujarnya.
Emery berpotensi menurunkan sejumlah rekrutan anyar seperti Nicolas Jackson, Leon Goretzka—yang memenangkan Liga Champions bersama Bayern Munich pada 2020—serta Zion Suzuki untuk debut mereka di Villa Park. Kehadiran para pemain baru ini diharapkan bisa langsung memberikan dampak positif. Tentu saja, proses adaptasi tetap membutuhkan waktu dan kesabaran.
Prediksi Emery: Arsenal Favorit Juara Premier League dan Liga Champions
Di tengah kesibukan membenahi skuad, Emery juga menyempatkan diri memuji kinerja Mikel Arteta, penerusnya di kursi manajer Arsenal. Ia menghabiskan 18 bulan menangani Arsenal sebelum akhirnya digantikan Arteta. Kini, ia percaya mantan klubnya itu layak dijuluki favorit untuk mempertahankan gelar Premier League sekaligus menjuarai Liga Champions.
“Arsenal adalah favorit. Melihat tim bersama Arteta yang sudah tujuh tahun berturut-turut, mereka semakin baik dan berinvestasi semakin besar. Mereka tumbuh semakin besar sebagai klub dengan pemain-pemain yang bisa mereka rekrut,” ujar Emery. “Arteta melakukan pekerjaan fantastis. Arsenal favorit untuk memenangkan Premier League dan Liga Champions. Saya sangat suka menonton mereka.”
Emery Berharap Bursa Transfer Segera Tutup
Selain bicara soal rivalitas dan Arsenal, Emery juga mengungkapkan harapannya agar bursa transfer segera ditutup. Ia menilai penutupan yang terlalu larut justru menyulitkan klub seperti Villa yang mengalami banyak perubahan pemain. Emery berharap skuadnya bisa segera dikunci agar tim punya waktu menyatu sebelum musim berjalan.
“Tidak masuk akal mengakhiri bursa transfer pada 1 September, dan mungkin bagi sebagian tim seperti kami, ini lebih sulit karena perubahannya lebih banyak dari biasanya. Tentu saja kami kesulitan membangun tim untuk bersaing di awal musim,” katanya. “Tahun ini lagi-lagi saya berharap bursa transfer selesai pada 1 September dan saya bisa mengunci skuad dengan pemain yang saya inginkan.”
Pernyataan Emery menegaskan bahwa hubungan Aston Villa dan Chelsea di bursa transfer hanyalah transaksi bisnis belaka. Meski kedua klub kerap bertukar pemain, rivalitas dan ambisi untuk saling mengalahkan tetap menjadi warna utama hubungan mereka. Bahkan, kesepakatan senilai ratusan juta pound pun tidak mengubah status keduanya sebagai musuh di atas lapangan.
Sementara itu, Villa dihadapkan pada tantangan besar untuk meracik tim kompetitif di tengah derasnya arus keluar masuk pemain. Laga melawan Arsenal pada Senin nanti akan menjadi ujian awal seberapa siap skuad anyar Emery bersaing di level tertinggi. Hasil dari pertandingan ini bisa memberikan gambaran awal arah musim Villa ke depan.
